Vonis Kasus Tengelamnya Gadis Suriah di Kolam Renang

0

©nosjournaal

Pengadilan Negeri kota Urecht memvonis tiga karyawan sebuah kolam renang Belanda hukuman 60 jam kerja sosial, karena mereka terbukti bersalah atas tenggelamannya gadis asal Suriah pada saat acara renang sekolah dua tahun lalu.

Menurut hakim tiga pengawas kolam renang itu kurang waspada dan berkomunikasi, sehingga Salam yang berusia 9 tahun itu tanpa diketahui pergi ke bagian air yang dalam di kolam renang yang akibatnya ia tenggelam.

Dua guru yang juga berada di kolam renang tidak divonis oleh hakim. Hhakim tidak menilai guru-guru itu tidak melanggar hukum.

Tangggung jawab atas keamanan anak-anak terutama di tangan pengawas kolam renang, kata hakim. Para guru tidak diberi tahu oleh para pengawas kolam renang tentang protokol.

Sebelumnya jaksa menuntut 120 jam kerja sosial, karena kelima orang tersebut tidak mengawasi Salam dengan baik. Menurut Kejaksaan mereka tidak berbagi tugas tentang pengawasan Salam.

Gadis Suriah itu tenggelam pada September 2015 di kolam renang ’t Gastland di Rhenen, Belanda Selatan. Saat itu dia baru tinggal di Belanda. Di sekolah terkait ia dikenal tidak bisa berenang dan belum bisa berbahasa Belanda.

Namun seusai les berenang Salam tidak diawasi khusus. Akibatnya Salam berada di bagian air dalam dan tenggelam tanpa ada yang mengetahuinya.

Pengadilan menyimpulkan, kematian Salam merupaka insiden yang semestinya bisa dihindari andaikan komunikasi antara para petugas lebih baik.

Orang tua Salam menuding pihak sekolah dan kolam renang bersalah atas kematian puteri mereka. Menurut pengacara, mereka “sangat kecewa atas vonis bebas dua guru tersebut”.

Komentar Via Facebook

Share.

About Author

Leave A Reply