Jihadis Sulit Meninggalkan Kawasan ISIS di Suriah atau Irak

0

Jihadis Marouane dari Belanda
©nos.nl

Karena ISIS di Raqqa dan Mosul, Irak, mengalami kekalahan, banyak pejuang ISIS asal Belanda mau pulang. Namun pengacara mereka mengatakan, tidak gampang untuk meninggalkan kawasan ISIS.

Sekarang pengadilan Belanda mau mengadili sepuluh jihadis yang mungkin berada di Suriah atau Irak. Pihak penuntut mau mengadili mereka tanpa kehadiran para tersangka, tapi pengadilan Rotterdam menunda sampai para tersangka kembali di Belanda. Soalnya mereka berhak menghidiri proses peradilan.

Menurut pengacara André Seebregts, mereka bersedia pulang, tapi mereka dalam keadaan bahaya. Mereka bisa saja dibunuh oleh ISIS kalau mau hengkang dari sana. Selain itu karena paspor mereka ditahan, mereka sulit melewati perbatasan Turki. Dan di Turki mereka menghadapi risiko akan diadili.

Salah seorang jihadis Belanda yang mau pulang adalah Marouane B, salah seorang pesakitan yang mau diadili pengadilan Rotterdam. Pengacaranya, Barbara Klunder mengatakan Marouane (Marwan, red) mengalami kesulitan untuk keluar dari kawasan ISIS.

Marouane B sudah menulis surat terbuka kepada pengadilan Belanda. Ia mengaku tidak bersalah, dan itu mau dibuktikannya muka hakim.

“Beberapa tahun lalu saya bertolak ke Suriah bersama seorang saudara,” tulisnya. “Saya ke sana untuk membantu anak-anak, perempuan, pria yang diteror oleh tiran Assad.”

Menurut dinas intelijen Belanda, AIVD, saat ini ada 190 warga Belanda di kawasan ISIS di Suriah atau Irak. Sekitar lima puluh jihadis tahun-tahun belakang sudah kembali ke Belanda, sebagiannya sudah diadili dan dijatuhi hukuman. Sekitar 45 orang, menurut AIVD lagi, tewas.

Kejaksaan Belanda berusaha untuk mendakwa sebanyak mungkin jihadis, setidaknya semua yang pulang ke Belanda. Begitu mereka menginjakkan kaki di Belanda, mereka ditahan dan diintrogasi.

Menurut hukum Belanda, terlibat konflik bersenjata di Suriah atau Irak melanggar hukum, tak peduli mereka berada di pihak mana. Beberapa saat silam ada warga Belanda diadili, karena ia bergabung dengan tentara Kurdi di Irak memerangi ISIS. Tahun lalu pemerintah Belanda mengumumkan, berada di kawasan perang juga melanggar hukum.

Komentar Via Facebook

Share.

About Author

Leave A Reply