PCI NU Belanda Sambut HUT RI ke 72 dan Harlahnya

0

PCINU Belanda menyelenggarakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Republik Indonesia 72 dan Harlah NU Belanda yang ke- 3. Menurut Wakil Rois Syuriah, Fachrizal Afandi, rangkaian kegiatan  ini mengambil tema besar tentang “Refleksi Peran PCI NU dalam tranformasi nilai keagamaan dan kebangsaan untuk masyarakat Eropa.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan penyelenggaraan Seminar Internasional tentang  Halal Certification: Promoting Sustainability and Fairness in Halal Concept” di Wageningen University & Research, pada  23 Agustus 2017. Seminar yang digawangi oleh LPLH (Lembaga Pertanian dan Lingkungan Hiduo) PCINU Belanda bekerjasama dengan PPI Wageningen ini dihadiri oleh para akademisi dan praktisi halal di Eropa.

Bertempat di Universitas Leiden Belanda pada 24 Agustus 2017, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi LESBUMI PCINU Belanda tentang Deradikalisasi Agama dan Budaya Populer di Indonesia disertai dengan pemutaran film karya sineas muda NU, Nurman Hakim, 3 doa 3 cinta.

Zikir kebangsaan
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Dzikir Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Aswaja Center Belanda dan dipusatkan di Masjid Al Hikmah Den Haag pada tanggal 26 Agustus 2017. Dzikir kebangsaan ini akan diikuti oleh diaspora Indonesai di Belanda dan dipimpin langsung oleh jajaran Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin (Rois Aam), KH Miftahul Akhyar (Wakil Rois Aam) dan KH. Zulfa Mustofa (Katib Syuriah).

Di usianya yang masih belia, PCI NU Belanda terbukti aktif dalam menyelenggarakan berbagai macam kegiatan selain untuk mempromosikan Islam yang ramah ala nusantara juga dalam rangka mengemban misi kebangsaan. Setidaknya ini yang ditangkap oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja pada saat menjamu rombongan PBNU beserta masyarakat Indonesia di Belanda di aula KBRI. Dubes juga mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Islam Nusantara bulan Maret lalu dan juga Seminar Internasional Halalan Thoyyiban di Universitas Wageningen. Hal yang menurutnya turut membantu meringankan tugas KBRI dalam rangka mempromosikan Indonesia sebagai negara beragam yang ramah dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia

Ma’ruf Amin

DR KH Ma’ruf Amin

Dalam kesempatan yang sama, Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa para ulama para pendiri bangsa telah bersepakat bahwa Indonesia adalah Darul Ahdi bukan Darul Shulhi, apalagi Darul Harbi. Oleh karenanya sebagai warga bangsa, semua warga negara telah terikat oleh hubungan interdepedensi (muahhadah) dengan sesamanya.

Menurut beliau, PCINU Belanda sebagai salah satu duta NU memiliki dua tanggung jawab besar yaitu Mas’uliyyah diniyyah dan  Mas’uliyah wathaniyyah. Oleh karenanya karakter dakwah NU haruslah berdasarkan kesantunan (layyinah), kesukarelaan (Tathawwu’), tidak memaksa (la ikrahian wa la ijbaran)  toleran (Tasamuhian)  serta tidak memihak/partisan (la ananiyan wa la ashabiyan)

Rahmatan lil aalamin
Sebagai penutup, Rois Aam memberikan amanat pada jajaran PCI NU Belanda agar dalam menjalankan perannya selalu berpedoman pada ukhuwah islamiyah, wathaniyah dan insaniyah agar ajaran Islam yang rahmatan lil aalamin dapat ditransformasikan dengan baik di kalangan masyarakat Eropa.

Komentar Via Facebook

Share.

About Author

Leave A Reply