Rasa senang menciptakan enerji, rasa takut melumpuhkan

0
Profesor Paul de Blot ©vimeo.com/punkmedia

Profesor Paul de Blot
©vimeo.com/punkmedia

Siapa yang mengikuti berita di media tidak akan banyak percaya pada masa depan. Perang dan kekerasan makin mengancam, kemiskinan bertambah dan masa depan politik makin sulit diramalkan. Pengungsi merupakan masalah besar dan ketegangan agama sering menakutkan. Faktor-faktor ini berdampak melumpuhkan bagi gagasan baru.

*Kolom: Paul de Blot

Toh banyak hal-hal baik dan indah juga terjadi, biasanya beskala kecil dan tidak menonjol. Ini tidak kita temui di media, karena tidak bernilai berita. Biasanya berupa cerita-cerita mengesankan tentang kemanusiaan dan keprihatinan, yang menyebabkan kita menikmati ketentreman dan yang memberi kita kekuatan

“Tujuannya adalah mempererat dan menikmati kehidupan bersama . Terutama anak-anak mempunyai perasaan yang sangat peka untuk pengalaman spiritual. Kegembiraan hidup untuk anak kecil dialami sebagai kekayaan spiritual yang memberi mereka kekuatan hidup yang sangat mendalam.”

Pekerjaan yang dijiwai cintakasih dan persahabatan bisa dilakukan oleh semua orang tanpa memandang  umur, jenis kelamin atau asal. Perhatian untuk lingkungan yang terlalu luas menjadi rasional dan tidak menyentuh hati. Setiap manusia haus perhatian dari orang dan perhatian yang mengena selalu bersumber pada hati, tidak pada pemikiran yang abstrak. Keprihatinan yang terlalu luas lingkungannya mudah menjadi   abstrak. Para tenaga pengajar yang dengan penuh cinta mengurus anak-anak yang tak berdaya, anak-anak yang membantu anak-anak lain yang cacat, keluarga yang membawa pengungsi ke mana-mana, para sukarelawan yang mengurus paket makanan, mereka ini berhasil dengan menyusun jaringan persahabatan.

Anak-anak yang terpencil sebagai korban perang  dan teror tidak bisa berkembang sebagai manusia dan tidak biss hidup bergembira karena mudah menderita trauma.Mereka mudah mulai membenci orang dan  malah bisa menjadi teroris.

Semua orang mampu memberi perhatian kepada orang dan menyenangkan orang, terutama pada anak anak kecil.  Bagi anak anak kecil pengalaman kegembiraan ini  merupakan merupakan kekuatan spiritual terkaya. Setiap orang  bisa menyumbangkan kekayaan hidup ini, tak peduli latar belakang agamanya. Anak-anak yang hidupnya senang merupakan kekayaan dan kekuatan masa depan kita.

*Penulis: Prof. Dr. Paul de  Blot SJ,  Lic. Ph., Guru Besar Bisnis Spiritualitas, Nyenrode Business University

Komentar Via Facebook

Share.

About Author

Leave A Reply