Sejarawan Indonesia Ragu Akan Penelitian Perang Kolonial Belanda di Indonesia

0

Sejarawan Rushdy Hoesein
Foto: Oscar Matuloh

Para sejarawan Indonesia sangat meragukan penelitian tentang perang kolonial di Indonesia, yang sudah dimulai oleh Belanda. Hal tersebut dikatakan mereka di acara radio Belanda Reporter. Sejarawan Belanda akan menyelidiki kejahatan perang tentara Belanda antara tahun 1945 sampai 1949.

Di dalam rencana penelitian, yang dipublikasikan 14 September lalu, tertulis bahwa Belanda dan Indonesia akan mengadakan penelitian secara bersama dan dengan berdialog. Namun sejarawan Indonesia yang diajak untuk berpartisipasi, mengatakan kepada Reporter Radio bahwa perbedaan visi tentang masa lalu antara Belanda dan Indonsesia begitu besar sehingga penelitian ini bakal gagal.

Sejarawan Rushdy Hoesein dari Universitas Indonesia, menolak ikut serta karena khawatir akan dominasi perspektif Belanda: “Belanda memliki banyak sekali bahan di arsip yang biasanya menggambarkan Indonesia secara negatif. Dialog dan penelitian tidak bermanfaat selama kalian tidak mengerti filosofi di balik revolusi Indonesia. Saya khawatir, Belanda akan mengubah visi Indonesia dengan visi mereka tentang sejarah. “

Sejarawan Indonesia lain, Abdul Wahid, yang bersedia membantu penelitian ini, bersikap skeptik. “Kami tidak tertarik dengan masa lalu Belanda yang penuh kekerasan di Indonesia. Ini adalah suatu hal yang sudah 70 tahun ditekankan di sini, bahwa Belandalah  yang harus menelitinya.”

Setelah sempat lama ragu Abdul Wahid dan Kepala Departemen Sejarah Universitas Gajah Mada, Bambang Purwanto akhirnya menyatakan akan membantu penelitian ini dengan syarat mereka diperbolehkan membentuk tim independen sendiri dan hasil penelitian mereka tidak akan diubah oleh pihak Belanda. Pada saat peresmian penelitian ini tanggal 14 September lalu, tuntutan pihak Indonesia ini tidak disinggung sama sekali. Dan para peneliti Indonesia tidak ada yang menghadiri acara tersebut.

Di penghujung dokumenter yang dibuat oleh Marjolein van Pagee tersebut, dikatakan bahwa jubir peneliti Belanda menyatakan, Rushdy Hoesein tidak pernah diminta untuk berpartisipasi. Dikatakan juga bahwa tim Indonesia dijamin independensinya dalam melakukan penelitian. Dan terakhir juga ditegaskan, bahwa Belanda tidak akan mengubah visi sejarawan Indonesia dengan visi Belanda.

Komentar Via Facebook

Share.

About Author

Leave A Reply